Desa Kalisapu
Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal
Sejarah Desa
Sebagai bangsa yang baik kita tidak melupakan sejarah berdirinya bangsa dan negara kita, begitu pula dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa akan sangat baik kita melihat Kembali sejarah berdirinya desa kita. Hal ini dikandung maksud agar tumbuh rasa cinta dalam setiap Langkah kita membangun desa.
Menurut cerita tutur dari tetua masyarakat desa Kalisapu telah berlangsung setidaknya jaman pemerintahan Kolonial Belanda (Sebelum Indonesia Merdeka) pada tahun sebelum 1945. Desa Kalisapu dipimpin oleh bapak Cepet yang ditunjuk oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Pada tahun 1945 atas Kedaulatan kehendak masyarakat mengangkat Ponden Nachrawi menjadi kepala desa Kalisapu, setelah Indonesia merdeka saat terjadi Agresi Militer Belanda II, Ponden Nachrawi mengasingkan diri ke Wonosobo karena menjadi sasaran Gerakan kutil. Kekosongan kepala desa diisi oleh bapak Karyo melalui penunjukan Belanda/Lurah Rek Omba.
Pada tahun 1953 Ponden Nachrawi Kembali ke desa Kalisapu, bapak Karyo diasingkan, kemudian masyarakat menghendaki dan mengangkat Kembali Ponden Nachrawi menjabat kepala desa. Selama kepemimpinan Ponden Nachrawi, desa Kalisapu berkembang dan tambah ramai, kehidupan masyarakat semakin maju, pertanian semakin meningkat dengan banyaknya dibangun bendungan dan penataan irigasi.
Pada tahun 1977 karena alasan usia Ponden Nachrawi, mengundurkan diri sebagai kepala desa Kalisapu, kemudian diadakan pemilihan dan bapak Suharjo,BA terpilih sebagai kepala desa Kalisapu
Pada saat kepemimpinan bapak Suharjo disamping mempertahankan peningkatan hasil produksi pertanian, penataan lingkungan, pembinaan kemasyarakatan, keagamaan juga pemibinaan kepemudaan, kelembagaan, PKK dan keikutsertaan dalam lomba tingkat Kecamatan maupun Kabupaten merupakan prestasi yang membanggakan saat itu.
Pada tahun 1985 pemerintah Kabupaten Tegal memisahkan diri dengan kota Tegal yaitu dipindahnya pusat pemerintahan daerah kabupaten Tegal ke Slawi tepatnya kantor pemerintahan daerahnya tepat di depan jalan Gajah Mada, dimana jalan tersebut membelah desa Kalisapu. Dampak peristiwa tersebut bagi desa Kalisapu menjadikan sarana transportasi meningkat, pertumbuhan perekonomian masyarakat berkembang.
Pada tahun 1989 masa jabatan bapak Suharjo habis, digantikan oleh bapak Safi’i melalui pemilihan sebagai kepala desa terpilih, ditengah perjalanan sebelum masa jabatan pada tahun 1993 meninggal dunia. Dari tahun 1993 sampai tahun 1995 pemerintah desa Kalisapu dipimpin oleh PJ kades yaitu bapak Satrio Agustino, BA yang ditunjuk dari Kecamatan Slawi.
Pada tahun 1995 diadakan pemilihan kepala desa dengan kepala desa terpilih bapak Witno Harto, semasa menjabat sampai dengan tahun 1998 berhenti sebelum massa jabatan habis. Kemudian pemerintah desa Kalisapu Kembali dipimpin oleh PJ Kades yang ditunjuk yaitu bapak Herman Kustino sampai dengan tahun 1999.
Pada tahun 2000 kembali diadakan pemilihan kepala desa dan sebagai kepala desa terpilih bapak Amir, S.Ag sampai dengan tahun 2007 selama menjabat bentuk pembinaan masyarakat meningkat.
Pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 kepala desa Kalisapu dipimpin oleh bapak Sodikin melalui pemilihan kepala desa, kemudian penunjukan Kembali bapak Sodikin sebagai PJ kepala desa sampai tahun 2015.
Pada tahun 2015 pemerintahan desa Kalisapu dipimpin oleh ibu Daryanti, S.STP selaku PJ kepala desa Kalisapu.
Pada tahun 2016-2017 pemerintah desa Kalisapu dipimpin oleh bapak Drs. Djoko Eko Bawono selaku PJ. Kepala desa Kalisapu.
Pada tahun 2017 tepatnya bulan Oktober desa Kalisapu secara serempak mengikuti pemilihan kepala desa secara demokrasi dan bapak Ma’arif yang terpilih menjadi kepala desa definitive masa bhakti 2017 sampai dengan 2023.
Pada tahun 2003 pemerintah desa Kalisapu dipimpin oleh bapak Afifudin selaku PJ kepala desa Kalisapu.
Pada tahun 2023 tepatnya bulan Oktober desa Kalisapu secara serempak mengikuti pemilihan kepala desa secara demokrasi dan bapak Ma’arif terpilih Kembali menjadi kepala desa masa bhakti 2024-2031.
Demikian sejarah desa Kalisapu yang daoat ditunagkan dalam gambaran umum kondisi kepemimpinan desa.


